Tanggal 10 Nopember 1968 Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meresmikan berdirinya sebuah pusat kesenian yang kini dikenal sebagai Taman Ismail Marzuki. Peresmian Pusat Kesenian Jakarta - Taman Ismail Marzuki (PKJ-TIM) merupakan babak baru dalam sejarah perkembangan kesenian di Indonesia. Mimpi para seniman yang 10 tahun sebelumnya (sekitar tahun 1950-an), telah menjadi kenyataan dengan dibangunnya Teater Terbuka, Teater Tertutup, Teater Arena, Ruang Pameran, dll, yang melengkapi Pusat Kesenian di Jalan Cikini Raya 73 ini.
Pesta Seni pun digelar sebagai sebuah "pesta kesenian" yang belum pernah dialami oleh kota Jakarta atau kota manapun di Tanah Air. Ada pementasan drama, pagelaran orkes simfoni, pertunjukan tari, pantomim, pameran lukisan hingga pameran karya-karya sastra HB. Jassin, serta diskusi kesenian ikut menyemarakkan dalam acara peresmian tersebut.