|
Aktor Teater Arswendi Nasution Seorang aktor
sejati barangkali gambarannya seperti Arswendi Nasution. Sudah punya jam
terbang di dunia panggung lumayan lama. Salah seorang aktor andalan kelompok
Teater Mandiri pimpinan Putu Wijaya, tetapi tetap bersedia main teater dengan
grup mana saja dan dengan lawan main siapa saja. Seperti pada
waktu tahun 1999 ia pernah ikut bermain sebagai tokoh bernama Jean dalam
pentas Miss Julie yang digarap oleh Teater Lembaga Institut Kesenian
Jakarta (IKJ), dengan sutradara Joseph Gintings. Tetapi Arswendi tetap serius
mempelajarinya. Keterlibatan Arswendi dalam kelompok Teater Lembaga IKJ
sendiri sudah beberapa kali. Ia pernah bermain bersama (alm) D. Djajakusuma
dalam Opera Yu Tang Chun
(1978) dan Bebek Liar. Tahun 1980-an ia bergabung dengan Putu Wijaya dan
hampir seluruh pentas Teater Mandiri ia ikut mendukung. Keinginan Wendi,
panggilannya, barangkali juga keinginan setiap aktor teater untuk dapat
bermain di kelompok teater manapun. Karena itu ia pun ikut mendukung
pementasan Let Them It Cake dari kelompok Teater Shut & Lader di Off
Broadway, New York, Amerika Serikat pada tahun 1989. Ia juga
memperkuat kegiatan kesenian Indonesia Amerika (KIAS) yang berkeliling
Amerika tahun 1990. seperti perkembangan aktor teater lain. Pria yang
mempersunting Fien Herman seorang sarjana hukum yang juga pemain teater itu
juga merambah ke dunia film dan sinetron.
Baginya
bermain dalam jenis naskah drama apapun, memerlukan kerja keras dan tingkat
kesulitan yang sama. “Semua kan membutuhkan konsentrasi dan penghayatan yang
sama,” ujarnya. Pada jenis naskah kontemporer seperti yang biasa ia mainkan
di kelompok teater Mandiri, ia mengaku harus berusaha menciptakan tokoh yang
dibawakan, karena pada jenis naskah kontemporer umumnya sulit untuk mencari
model dan karakteristik yang nyata. Sementara pada jenis naskah realis,
karakteristik dan tokoh yang dimainkan sudah harus mengacu pada naskah dan si
aktor tinggal mewujudkannya serta menghidupkan tokoh itu sesuai dengan
karakteristik naskah dan konsep sutradara. Adapun pada
sinetron, hal-hal semacam itu hampir tidak ada. Diakui Wendi, ia tidak
merasakan beban apa-apa dalam bermain sinetron dan tidak perlu memikirkan
dialog dan mencari karakterisasi. (Dari Berbagai Sumber) |
Nama : Arswendi Nasution Lahir : Pendidikan : IKJ Jurusan
Seni Peran (1978-1982) Profesi : Aktor Teater, Ketua Komite Teater DKJ periode (2006 –
2009) Filmografi : Semua Karena Ginah, Boneka dari
Indiana, Jawara-Jawara, Catatan Si Boy IV
(1990), Maaf Aku Menghamili Istrimu (2007) Sinetron : Saat Memberi Saat Menerima (1995), Untukmu Segalanya
II (1996), Perlu Ada Sandiwara (1996), Hoktah Merah Perkawinan (1996), Noktah Merah Perkawinan II (1997) |