|
Pematung Dolorosa Sinaga Seni patung
telah menjadi pilihan Dolorosa Sinaga. Mematung bukanlah cita-citanya. Karena mematung harus melibatkan kerja keras, banyak masalah teknik yang harus dikuasai dan yang paling utama adalah bahwa seni patung tersebut
menawarkan persoalan relasi dimensional pada manusia. Itulah yang di ungkapkan oleh Dolorosa Sinaga, seorang wanita pematung. Dolorosa Sinaga dilahirkan 31 Oktober 1953 di Sibolga, Sumatera
Utara. Perhatian Dolorosa terhadap
seni patung kelihatan setelah ia mengikuti pendidikan seni rupa (seni patung)
di Institut Kesenian Dalam menekuni
seni patung, Dolorosa telah menjalani selama 15 tahun, dan 10 tahun terakhir media patungnya beralih ke logam
perunggu. Pilihan tersebut, adalah karena perunggu mempunyai kualitas yang dapat memukau dan permukaannya berkilau. Didalam perunggu tersebut tersimpan nuansa karakter perempuan dan pada sisi
lain perunggu memiliki kekuatan dan ketahanan yang cenderung sebagai karakter laki-laki. Oleh sebab itu
dapat disimpulkan bahwa dalam karakter
perunggu itu ada dua karakter
yang bertentangan, tetapi
tak dapat dipisahkan antara satu dan yang lainnya. Karena itulah maka Dolorosa memilih perunggu sebagai medianya.
Dalam masalah
tersebut diakui oleh Dolorosa, bahwa hal demikian saja seniman atau pematung yang membuat kekeliruan, tetapi juga agaknya
berkaitan erat dengan wawasan para pemesan yang kurang memberi peluang bagi lahirnya karya-karya yang kreatif sebagai penghias Perjalanan Dolorosa dalam
menggeluti profesinya ini telah dapat
menelorkan karya-karya besar yang diantaranya seperti Gate of Harmony di
Kuala lumpur, Malaysia dan
The Crisis yang ia buat tahun 1998 bertengger di kota Hue, Vietnam. Pekerjaan ini dilakukannya ketika ia mendapat
kepercayaan untuk mewakili Diluar itu,
Dolorosa dengan dibantu oleh 15 orang karyawannya merancang pembuatan piala dan trophy. Piala rancangannya diantaranya adalah untuk penghargaan Yap Thiam Hien, Kridha Wanadya Tahama. Anugerah Menteri Negara Urusan Peranan Wanita untuk almarhum Ny. Tien Soeharto dan trophy kegiatan budaya Jakarta International Women’s Festival. Menyadari akan
arti pentingnya seni, terstimewa seni patung, maka demi kemajuan
seni patung ia merelakan diri untuk duduk
sebagai dekan Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dan untuk
mendukung kemajuan bidang tersebut Dolorosa terus mencurahkan segala daya dan
kemampuannya agar seni patung dapat lebih memasyarakat. Selain dari tiga
pemenang Monumen nasional. Dari aktifitas
yang terus digeluti
Dolorosa, yang terus merenung
dan mencipta serta berkarya, berarti ia telah
memberikan perhatian besar pada kelangsungan
karya budaya. Dan perjuangan tersebut tidaklah sia-sia, karena ia sebagai
wanita pematung telah terpilih sebagai salah satu orang yang mendapat penghargaan Citra Adhikarya Budaya.*** (Dari
Berbagai Sumber) |
Nama : Dolorosa Sinaga Lahir : Sibolga, Sumatera Utara 31 Oktober
1953 Pendidikan : Institut Kesenian
St. Martin’s School of Art, London, Inggris, Piero’s Art Foundry Berkeley, Amerika Serikat. Profesi : Dekan Fakultas
Seni Rupa Institut Kesenian Penghargaan : Citra Adhikarya
Budaya |