|
Seniman Teater Kasim Achmad Lahir di
Semarang, Jawa Tengah 5 April 1935. Kecintaannya kepada teater tradisional tumbuh sejak masa kecil. Berawal
ketika ia sering nonton pertunjukan Ketoprak di akun-alun atau di lapangan
terbuka di desanya. Tetapi di desa nan
jauh dari elepas dari bangku
SMA bagian B (Ilmu pasti dan alam)
tahun 1954, ia melanjutkan studi formalnya pada ATNI (Akademi Teater Nasional Indonesia) di Jakarta.
Disitu ia memperdalam ilmu teater modern. Ia bersama teman-teman membetuk kelompok teater dan sempat
memainkan peran dalam drama Ayahku Pulang. Di antara mahasiswa lainnya juga banyak yang mendirikan grup-grup teater, seperti Teguh Karya dengan
Teater Populernya yang terkenal itu. Tahun 1969, ia
memperoleh beasiswa untuk mempelajari Technical
Theatre Training di East West Center University of
Hawaii, Menoa, Honolulu, Amerika
Serikat. Pada tahun 1972, ia memperoleh kesempatan untuk mengikuti A Course in Film in Development di Kuala Lumpur,
Malaysia, dan tahun 1993 mengikuti Training Program in Theatre Production di Canada. Kendati ia belajar teater modern-kontemporer (Barat), namun perhatiannya terhadap teater tradisional tetap menggebu-gebu. Teater tradisi yang telah lengket dihatinya sejak masa kecil, ia
kembangkan dan ditularkan kepada mahasiswa IKJ. Kecintaan, ketekunan dan semangat menggebu dalam mengembangkan serta penelitian ihwal teater tradisional diberbagai daerah di nusantara
membuat ia diundang untuk mengikuti berbagai seminar teater tradisional Ketoprak merupakan
salah satu seni pertunjukan rakyat yang masih hidup hingga sekarang. Dulu rombongan kesenian ketoprak tidak pernah mangkal di satu tempat.
Tetapi selalu berpindah-pindah, berkeliling dari satu Uniknya tiap
rombongan Ketoprak memiliki kelebihan. Semisal dalam hal tetabuhan musik gamelan, gendingnya enak didengar. Waktu itu zaman belum maju
seperti sekarang. Belum ada televisi,
belum ada gedung pertunjukan kesenian. Belum ada tontonan yang aneh-aneh seperti sekarang di televisi
Belum ada ABG yang dengan gampang muncul di layar
kaca memainkan komedi ala daerah yang tidak utuh. Mereka
sekadar tampil dan hanya sekadar
hura-hura, ha
ha hi hi. Berceloteh di layar kaca asal-asalan
dengan mutu lawakan yang rendah dan vulgar,
ungkap Kasim Achmad yang hingga kini masih aktif
sebagai dosen pengajar Teater Tradisional Asia di Institut Kesenian Menurut Kasim
Achmad, Hampir semua tontonan
hiburan khususnya yang berbau tradisi yang memanfaatkan elemen etnik, terasa kurang sreg. Anehnya lagi tontonan tersebut selalu menjadi bagian dari tiap stasiun
televisi yang saat ini jumlahnya lebih dari sepuluh.
Tayangan saling berpacu sama dengan produk film sinetron lokal yang latah. Hampir pada satu kurun
waktu yang sama, mengetengahkan cerita yang temanya nyaris sama. Di teve anu menayangkan
sinetron cinta remaja atau tema
horor dan di teve lainnya
ikutan menyangkan tema sejenis. Terkesan seragam serupa dan sama.
Pesan yang disampaikan
pun seragam adanya. Boleh dikatakan tidak ada pesan indah
yang lekat di dada pemirsa karena nyaris kehilangan esensinya. Humor pun dibangun ala komedi slapstik tidak murni dan tidak
cerdas, terkesan sekadar mencari efek lucu. Kesalahan
ini sebenarnya ada digenggaman penyelenggara siaran yang hanya mengejar ratting dan bukan kualitas, Selain tidak mendidik juga memalukan. Ironisnya hampir pada tayangan
komedi muncul keseragaman tampilan bencong di tiap kelompok pengisi acara. Vulgar karena tampilan bencong hanya mengolok-olok dengan Sepanjang karirnya
menekuni bidang seni teater tradisional
dan selama lebih dari limabelas
tahun menjabat Kepala Sub Dit Seni Teater Direktorat
Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah memasuki masa pensiun sebagai pegawai negeri sipil pada tahun 1990, ia menjadi pengajar
tetap di IKJ (Institut Kesenian Jakarta). Kemudian menjabat sebagai Ketua Jurusan Teater Fakultas Seni Pertunjukan IKJ tahun 1990-1993
dan Pembantu Rektor III tahun 1993-2000. Sekarang memfokuskan diri sebagai dosen pengajar Teater Tradisional Asia yang bisa disebut Teater Timur. *** (Dari Berbagai
Sumber) |
Nama : Agustinus Kasim Achmad Lahir : 5 April 1935 Pendidikan : SMA Bagian
B (1954), ATNI ( Technical Theater Training, Course in film in Development di Training
Program in Theater di Kanada
(1993), Profesi : Dosen Teater Tradisional
IKJ Karir : Kepala Sub-Dit Seni
Teater Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Ketua Jurusan Teater
Fakultas Seni Pertunjukkan IKJ (1990-1993), Pembantu Rektor III IKJ (1993-2000), Dosen Teater Tradisional
IKJ (2000 s/d sekarang) Prestasi : Mendapat beasiswa untuk
mempelajari Technical Theater Training di East
West Center University of Hawaii, ( |