Nama :

Titi Margesti Ningsih

 

Profesi :

Penggiat Teater,

Pendiri dan Pembina

Teater Abu 

 

Karya :

Monolog Siti Nurbaya,

Nyanyian Pabrik,

Mentog

 

 

 

 

Seniman Teater

Margesti

 

Perempuan bernama lengkap Titi Margesti Ningsih ini telah aktif di teater sejak tahun 1987-1994, mengawali karirnya di teater dengan bergabung di Teater Sae. Di grup teater ini, ia berhasil mengembangkan bakat aktingnya.

 

Pada tahun 1992, Margesti di undang oleh sebuah LSM, Yayasan Perempuan Mardika untuk membentuk dan mengarahkan sebuah grup teater yang melibatkan para pekerja yang berasal dari berbagai pabrik di Jakarta. Setelah satu tahun berjalan, muncul perbedaan pendapat antara pihak LSM dan para pekerja pabrik. Akibatnya, pihak LSM tersebut meninggalkan mereka dan memutus aliran dana. Namun Margesti tetap memutuskan melanjutkan grup teater tersebut. Walau dengan biaya seadanya. Para pekerja yang berjumlah sekitar empat puluh orang, tetap berlatih di akhir pekan di kediamannya.

 

Ketika grup teater tersebut memasuki usia lima belas tahun, banyak kendala yang muncul, karena banyak anggota yang berhenti. Maka Margesti kembali mengumpulkan anggota teater yang berasal dari daerah sekitar kediamannya, yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, agar tidak tidak terjadi kevakuman. Grup Teater ini diberi nama Teater Abu. Grup ini sering diundang ke berbagai festival teater. Banyak yang memuji penampilan kelompok teater binaannya.

 

Tercatat, Teater abu sudah berpentas keliling di 12 kota, Bandung, Yogyakarta, Bali, Surabaya dan banyak tempat lainnya, termasuk di PKJ-TIM dan sempat pula mementaskan monolog Siti Nurbaya”yang diilhami dari puisi Afrizal Malna, dengan Liswati sebagai pemeran Utama.

 

Teater Abu sempat mendapat sorotan tajam pada zaman orde baru, misalnya, ketika mementaskan lakon Nyanyian Pabrik di rumah pelukis Jeihan di Bandung, sempat di datangi aparat. Bahkan saat terjadi unjuk rasa pekerja di Majalaya, grup teater binaannya dianggap menghasut melalui karya yang dipentaskan.

 

Selain aktif di Teater Sae dan Teater Abu, ia sering terlibat kerjasama dengan seniman lainnya dalam setiap pementasannya, diantaranya, bersama Sardono W. Kusumo, dalam Hutan Merintih, berkolaborasi dengan seniman Jepang, dalam lakon Fuji Yama Terendam, bersama sutradara teater Boedi S. Otong, dalam lakon Migrasi dari Ruang tamu”untuk festival teater di Jerman, dengan sutradara Chilay, dalam lakon Selendang Api, berkolaborasi dengan sutradara Kang Mang Hong asal Korea, dalam pementasan Gora Goda, terlibat kolaborasi selama 3 bulan di Jepang, dalam pementasan teater antara Jepang, Amerika dan Philippina yang di sutradarai Yoyi Sakato, terlibat pementasan monolog Siti Nurbaya In The Run di Victoria Vancouver, Kanada serta pementasan Siti Nurbaya Berlari-lari di Festival Seni Surabaya.

 

(Dari Berbagai Sumber)