Nama : Rony Antonius
Setiawan Lahir : Pendidikan : SD Rawa
Badan, Pesing, SMP Don Bosco,
Pondok Indah, SMA di
Mater Dei, Pamulang, Jurusan Sinematografi
Institut Kesenian Profesi : Aktor Fimografi : Kantata
Taqwa Acara Televisi
: Extravaganza |
Aktor Teater Roni
Dozer Cukup lama pria bertubuh subur ini bekerja keras
agar bisa tampil di televisi. Mengawali kariernya dengan bergabung dalam sebuah sanggar teater. Kini, namanya membubung tinggi dengan menjadi bintang sinetron, iklan, dan main di acara komedi
Extravaganza. Menjadi orang yang bertubuh subur, tidak selamanya harus menjadi bahan olok-olok. Rony Antonius Setiawan, dapat membuktikan dirinya menjadi orang bertubuh gemuk yang berhasil di dunia
hiburan. Semua itu tidak ia dapatkan
dengan mudah dan dalam waktu
yang singkat. Lebih dari 10 tahun ia baru bisa
memetik buah perjuangannya selama ini. Keberhasilannya pasti didukung oleh keluarga. Petuah mereka, membuatnya tak salah melangkah, “Jika menyukai
bidang tertentu, misalnya teater atau musik, kamu
harus menekuninya dengan total dan jangan setengah-setengah.” Dalam meniti
proses kesuksesan karirnya di bidang
teater, Rony selalu mengikuti kegiatan kesenian disekolah. Jika ada acara perpisahan
atau
Kegiatan teater
lebih menyedot minat Rony untuk
mengekplorasi diri. Selama ikut teater,
Rony main drama serius maupun komedi. “Benar-benar suatu
pengalaman berharga bisa ikut teater
karena aku bisa merasakan berbagai peran yang sangat variatif,” kenangnya. Semasa
main teater inilah, Rony dan teman-teman
satu sanggar, memimpikan untuk tampil di televisi.
Di dunia teater ini jugalah
nama Dozer mulai menempel di belakang
namanya yang terinspirasi
oleh nama sebuah grup musik
metal, Bulldozer. Rony ikut
berperan di drama remaja produksi TVRI sejak tahun 1991. Tahun 1992, ia juga sempat ikut
main produksi layar lebar berjudul Kantata Taqwa,
yang pemeran utamanya Slamet Rahardjo Djarot, Christine Hakim, dan Sawung Jabo namun
film itu tidak jadi diedarkan Untuk itulah, selulus SMA tahun 1995, Rony memilih melanjutkan kuliah di Institut Kesenian
Jakarta jurusan Sinematografi.
Awalnya ia sempat bingung antara memilih Jurusan Teater dan Sinematografi. “Tetapi setelah
berdiskusi dengan teman-teman, mereka bilang aku akan
mendapat ilmu lebih jika mengambil
Jurusan Sinematografi,” kenang Rony
(Dari
Berbagai Sumber) |